11
Feb
08

Potret Pemuda Kita

oleh : abu hasna

Membina dan membentuk sebuah generasi muda yang shalih dan tangguh tidaklah seperti membalikkan telapak tangan. Apalagi ketika mereka sedang menderita penyakit moral yang sudah sangat akut. Ibarat seorang dokter yg sedang mengobati pasien, seorang dai harus tanggap dan cerdas dalam menganalisa probelamatika yang dihadapi pemuda.

Inilah faktanya

Valentine’s day
Setiap tanggal 14 februari kaum remaja di penjuru dunia mengadakan party “hari pacaran sedunia”. Yaitu hari dimana setiap pasangan merayakan hari kasih sayang sedunia. Namun perlu diingat, bahwa sebenarnya bukan untuk mengungkapkan rasa kasih sayang, namun hanya untuk mengumbar hawa nafsu seks. Begitupun dengan remaja di Indonesia.

Acara valentine’s day yang diklaim sebagai hari kasih sayang ternyata hanya kedok semata. Buktinya, dibalik gemerlap pesta valentine’s day, ternyata tersimpan budaya penghancur aqidah dan akhlaq remaja muslim di Indonesia. Apalagi Rasulullah saw, orang yang paling mulia dan yang kita teladani dengan tegas memperingatkan kepada kita agar jangan mengikuti pola hidup bangsa lain.

Musik
Dari sebuah majalah ibukota dilaporkan bahwa program televisi MTV telah mengalahkan popularitas soft drink coca cola di mata remaja. Dari syair-syair lagunya, tampilan penyanyinya dan penari latarnya yang erotis menawarkan nilai-nilai penghancur bagi kaum remaja. Program ini mencari celah melalui selera remaja yang pada dasarnya suka dengan hura-hura, mengikuti trend, seks, kebebasan dan konsumtif.

Hal ini lah yang melatar belakangi berjubelnya setiap diadakannya konser musik. Hysteria para remaja terjadi terhadap icon musik yang diidolakkannya. Padahal dari mereka tidak satupun tauladan yang baik yang bisa diabil contoh. Bahkan tidak jarang akhlaq yang buruk dari mereka banyak menghiasi acara infotainment di televisi

Narkoba
Pada tahun 2000, sekitar 70% dari 4 juta pecandu narkoba adalah kalangan remaja. Sementara itu ada sekitar setengah juta pengguna narkoba jarum suntik di Indonesia terkena HIV positif

Seks bebas

Melalui berbagai media, seks diekspos sebagai daya tarik bagi kalangan remaja. Media cetak, banyak mempertotontonkan gambar-gambar serta cerita-cerita porno yang dapat menjerumuskan remaja dalam kebobrokan moral. Apalagi media cetak seks bukan menjadi sesuatu yang mahal untuk dikonsumsi. Bahkan bisa dinikmati bebas di emperan-emperan tanpa harus membeli. Begitupun dengan media internet yg cukup dengan 5000 rupiah bisa 1 jam nonstop mengakses media porno dengan bebas.
Hal ini lah yang menjadi pemicu munculnya seks bebas dikalangan remaja di tanah air. Dari sebuah survei sebuah LSM, 42% remaja pernah melakukan hubungan diluar nikah dan 52% diantarnya maih aktif melakukannya. Dalam kesempatan lainnya, Dr. Boyke Nugraha seorang pakar seksolog memperkirakan sekitar 20-25% remaja Indonesia pernah melakukan hubungan seks diluar nikah. Sesuatu yang sangat memprihatinkan

Tawuran
Selain masalah-masalah diatas, ada lagi masalah klasik yang hingga kini masih saja terjadi dikalangan remaja yaitu tawuran. Hanya karena maalah sepele, mereka meluapkan emosi dan amarahnya. Dan keberadaan senjata tajam sudah menjadi sesuatu yang biasa ketika terjadi tawuran.
Bahkan frekuensi tawuran yang terjadi di DKI jakarta, dari tahun ke tahun tidak pernah menurun

Kualitas SDM dari kalangan remaja yang rendah

Selain masalah moral diatas, remaja kita juga menghadapi kendala rendahnya kualitas pendidikan yang mereka terima. Dalam konteks persaingan kualitas pendidikan, kondisi di Indonesia jauh tertinggal jika disbanding dengan negara lain.
Survei internasional di 16 negara menunjukkan Indonesia berada pada peringkat terakhir dan masih kalah dari negara-negara tetangga seperti singapura, Thailand, filiphina, malayia bahkan Vietnam.

Rusaknya moral dan rendahnya kualitas generasi muda adalah pangkal hancurnya suatu bangsa. Kerusakan moral ini harus diobati, dan kualitas remaja haru ditingkatkan. Oleh karena itu kita harus bertanggung jawab secara kolektif tanpa terkecuali. Kewajiban kita melaksanakan dakwah kepada mereka adalah tanggung jawab yang kelak akan Allah tanyakan diakhirat
Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: “Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?” Mereka menjawab: “Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertakwa.( QS.Al-A’raaf:164)

kembali >>

[diambil dari berbagai sumber]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: