11
Feb
08

Pengantar Mentoring

oleh : abu hasna

Mentoring adalah model pembinaan generasi muda muslim yg pada beberapa tahun terakhir ini sudah menyebar di sekolah-sekolah dan kampus-kampus. Hal ini terjadi karena mentoring merupakan sebuah sarana perubahan yg banyak memiliki kelebihan diantaranya :

1. Pemantauan terhadap obyek mentoring dapat dilakukan lebih intensif dari seorang mentor terhadap kualitas peserta mentoring
2. Mentor dapat menerapkan pendekatan secara khusus kpd tiap peserta dikarenakan pengenalan yg lebih mendekat
3. Terbangunnnya ukhuwah yg lebih kokoh antar peserta mentoring
4. Proses pembinaan dapat dilakukan secara kontinyu

Mentoring ini sendiri td hanya bisa di terapkan di lingkungan sekolah dan kampus, namun bisa diterapkan dilingkungan masyarakat ( masjid, mushola, karang taruna, dll ). Tetapi pada web blog saya kali ini, saya lebih memfokuskan pada obyek dakwah sekolah (SMU dan SMP). Namum demikian, semua content/isi yg ada pada web blog ini bisa juga diterapkan pada obyek dakwah di lingkungan kampus maupun masyarakat tergantung cara penyampaiannya.

Pemuda dan perubahan

Kualitas generasi muda adalah cermin masa depan bangsa. Suatu bangsa yg gagal membina dan mencetak generasi muda ( moralitas dan kapabilitas ), kelak akan menjadi bangsa yg dengan mudah akan “dipermainkan” oleh bangsa lain. Oleh karena itu, generasi muda harus mempersiapkan diri agar mampu bersaing dan mengambil peranan yg lebih dominan dalam rangka pembangunan umat. Persiapan tersebut bermuara pada terbentuknya kualitas generasi muda yang berkualitas iman dan taqwanya serta penguasaan pada ilmu pengetahuan dan tehnologi yang sempurna.

Potret pemuda kita

Pembinaan moralitas pada generasi muda semakin penting pada saat ini jika melihat fenomena bangsa yg semakin terpuruk dalam krisis ekonomi dan berujung pada rusaknya moral masyarakat. Tidak sedikit orang pintar dan jenius yg dimiliki negeri ini. Namun tidak sedikit pula kerusakan moral yg menimpa penduduk negeri ini yg menyebabkan tidak beranjaknya kita dari bangku krisis multidimensi ini.

Mengapa dakwah sekolah ??
Islam, jauh-jauh hari telah mengajarkan kepada kita bahwa mencetak generasi muda yg shalih harus dilakukan sedini mungkin. Dan institusi yg bertanggung jawab dalam proses pencetakan generasi muda yg unggul adalah keluarga. Namun, fenomena yg ada di masyarakat kita temukan bahwa tidak sedikit keluarga yang gagal melakukan amanah tersebut. Oleh karena itu, sekolah sebagai intitusi secondary dalam membina generasi muda perannya harus dilakukan seoptimal mungkin. Karena sekolah adalah medan dakwah yang sangat strategis dan menjadi tanggung jawab kita bersama.

Obyek dakwah sekolah

Obyek dakwah sekolah adalah para obyek dakwah yang berada di lingkungan sekolah dan sekitarnya seperti : para siswa, guru, kepala sekolah, pegawai sekolah, orang tua dan wali siswa.

Hasil yang diharapkan
Setelah mengikuti proses pembinaan dalam mentoring, peserta diharapkan:
1. Memiliki kepribadian yg hanif/bersih dan mampu mendengarkan dakwah
2. Memiliki kecenderungan untuk mengubah diri dan orang lain
3. Memiliki potensi tertentu yg bisa dimanfaatkan bagi keberlangsungan dakwah
4. Melaksanakan ibadah-ibadah wajib
5. Simpati terhadap persoalan-persoalan umat islam

Susunan kurikulum materi
Materi-materi yang ada dalam web blog ini terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok smp dan smu. Materi untuk masing-masing kelompok dibagi menjadi 3 materi, yaitu materi dasar keislaman, materi pengembangan diri dan materi keumatan.
Dalam prakteknya, urutan materi yg bisa diberikan kepada obyek dakwah tidak sepenuhnya harus sesuai dengan silabus. Tergantung pada situasi dan kondisi obyek dakwah. Ibarat seorang dokter, yang harus tepat memberikan obat yg cocok kepada pasien agar si pasien sembuh dari penyakitnya.
Pada setiap penyampaian materi, idealnya mentor harus bisa menguasai pokok-pokok bahasan yg akan disampaikan. Pokok-pokok bahasan itu adalah:
1. Pengantar, gambaran umum materi yg akan disampaikan
2. Tujuan, apa yg akan dicapai dari proses penyampaian materi tersebut
3. Pokok bahasan, hal-hal penting yg harus disampaikan untuk mencapai tujuan materi
4. Metode, cara dalam menyampaikan kandungan materi
5. Media, alat Bantu yg bisa memperjelas ulasan materi
6. Waktu, perkiraan waktu yg dibutuhkan untuk menyampaikan materi
7. Proses, urutan materi
8. Referensi, buku-buku yang bisa dijadikan rujukan

Yang perlu dipersiapkan oleh mentor
Seorang mentor harus melakukan persiapan sebelum menyampaikan materi, meskipun dia sudah menyampaikan materi tersebut berulang kali. Beberapa yang harus disiapkan oleh mentor adalah:
1. Mengkondisikan ruhiyah agar siap menunaikan amanh dari Allah berupa obyek dakwah
2. Membaca dan memahami tujuan penyampaian materi, pokok bahasan, metode dan media
3. Membaca buku referensi, menghafalkan Al-Qur’an dan hadits yang sesuai dengan tema materi
4. Mempelajari metode penyampaian materi
5. Mempelajari kondisi peserta mentoring dan melakukan langkah-langkah penyesuain jika diperlukan
6. Menguasai proses penyampaian materi

[diambil dari berbagai sumber]


0 Responses to “Pengantar Mentoring”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: