11
Feb
08

Bekal Bagi Para Mentor

Oleh: abu hasna

Sosok da’i ( mentor, murobbi ) bukanlah orang sembarangan yang yg bisa dengan begitu mudahnya di orbit layaknya meluluskan sarjana akademis. Da’i adalah sosok manusia yang memiliki shibgoh islami dalam segala aspeknya. Berikut ini akan kami paparkan perangkat-perangkat yg harus dimiliki oleh seorang da’i:

Kriteria ruhiyah

Kekuatan ruhiyah merupakan modal dasar dalam kepribadian seorang da’i yg tidak bisa ditawar-tawar lagi. Tanpa kekuatan ini seorang da’i ibarat jasad tanpa ruh. Kekuatan ruh lahir dari aktivitas ruhiyah yg dilakukan seseorang. Dan sentral aktivitas tersebut adalah ibadah ilallah. Dengan ibadah ilallah, ruh menjadi kuat, hati terkendali, hati tertundukkan dari nafsu duniawi dan akan tergiring untuk selalu menegakkan panji Islam. Adapun aktivitas ruhiyah tersebut adalah:
1. Beribadah dengan benar, faham apa yg dibaca, dan merasakan bahwa dirinya sedang bermunajat dan bermuwajahah dengan Allah SWT
2. Memelihara sholat-sholat wajib dan sunnat
3. Memelihara keaktifan sholat berjama’ah
4. Mendawamkan sholat malam beberapa rakaat semaksimal mungkin
5. Menjaga amal-amal ibadah sunnah
6. Tilawah qur’an disertai dengan tadabbur, tafahum
7. Menjaga wirid-wirid dan qzikir ma’surat
8. Senantiasa merendahkan diri kepada Allah SWT dengan berdo’a

Inilah bekal yg harus dimiliki oleh seoarang da’i . keberhasilan dalam berdakwah akan ditentukan oleh bekal ruhiyah ini. Laksana sebuah rumah, kekuatan ruhiyah merupakan pondasi yg menentukan kokoh tidaknya sebuah bangunan.

Kriteria akhlaq

Syariat yang Allah turunkan untuk umat manusia salah satunya bertujuan untuk melahirkan akhlaq yang mulia. Hal ini sesuai dengan misi utama kerasulan muhamad Saw. Oleh karena itu, akhlaq dan pola hidup seoarang dai harus sesuai dengan syariat dan perintah Allah SWT.
Adapun bekal akhlaq yg harus dimiliki oleh seorang dai adalah :
1. Berakhlaq islami, mencakup :
· Rendah hati (iffah) dan mendahulukan kepentingan orang lain
· Bersikap toleransi dan berwawasan luas
Da’i dituntut memiliki sifat ini, suka mema’afkan den mengutamakan cinta kasih diantara manusia, tidak egois dan menang sendiri. Da’i juga harus memiliki visi jauh kedepan, tajam analisa tentang arah dan tujuan.
· Seorang da’i harus memiliki sikap benar, berani, rela berkorban, satria, zuhud, penyayang dan memiliki muamalah yg baik. Hal ini dengan mudah akan mampu membuka hati manusia
2. Menjauhi dari hal-hal yang haram
dengan menjauhi dari hal-hal yang haram akan memancarkan nur robbani didalam hatinya serta akan terlepas dari hawa nafsu (QS 83:14)
3. Qudwah (memberikan tauladan yg nyata)
semaksimal mungkin, seorang da’i harus bisa menjadikan dirinya sebagai model/contoh apa yg menjadi materi dakwah yg telah diberikan. Sebab, dakwah yg dilakukan dengan perbuatan akan lebih besar pengaruhnya jika dibandingkan dengan dakwah yg hanya diakukan dengan lisan.
4. siap berkorban
5. bertanggung jawab

Kriteria pemikiran
pemikiran da’i adalah hal yg daruri, mutlak dituntut. Seorang da’i yang tidak memiliki pamikiran atau hujjah yang kuat serta penalaran yang mumpuni tidak akan diterima oleh mad’unya. Lebih dari itu, Islam sebagai sesuatu yang didakwahkan yang menuntut da’i untuk mengemukakan nalar dan hujjahnya secara mantap dan tepat. oleh karena itu da’i harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
· kejelasan konsep/fikroh dakwah yg diserukan
da’i dituntut agar memiliki konsep/fikroh yang jelas baik dari sisi ruhiyah, akhlaq, social, ekonomi, politik, dll. Karena jika tidak, da’i tidak akan mampu membawa umat pada sasaran yang dikehendaki dakwah
· fahamdan menguasai misi dan fikroh yang dibawanya
· memiliki wawasan/tsaqofah yang luas
Seorang da’i harus didukung untuk memiliki wawasan/tsaqofah yang luas. Mengetahui berbagai peristiwa penting disekitarnya,pasang surutnya pergolakan ekonomi, politik, hokum dari dalam maupun luar negeri. Memiliki banyak referensi, baik dari berbagai buku yang ada, ditambahdari beberapa media yg banyak beredar di masyarakat (Koran,majalah, televisi,radio,internet). Selain itu, da’i harus mengenal serta mempelajari alam,lingkungan,sosial budaya dimana dia tinggal. Hal ini agar dai bisa menyampaikan dakwah sesuai dengan kondisi masyarakatnya

Kontinuitas dalam belajar
Kriteria ini sangat penting bagi para da’i. Tanpa belajar yg kontinyu ia akan terkalahkan oleh perkembangan jaman yang begitu cepat. Seorang dai harus mempu meng-upadate wawasan keilmuannya. Idealnya seoarang da’i harus memiliki perpustakaan pribadi dirumahnya, tekun membaca dan menelaah kitab-kitab yang baru maupun yang lama.

[dari berbagai sumber]


0 Responses to “Bekal Bagi Para Mentor”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: