20
Agu
08

Tarbiyah Imaniyah buat anak

Salah satu aspek yang sering kita lupakan dalam mendidik anak-anak adalah tarbiyah ruhiyah. Jangankan untuk anak, untuk diri sendiri pun kita sering lupa dengan tarbiyah bentuk ini. Padahal, seperti halnya akal dan pikiran perlu mendapat pendidikan, ruh kitapun wajib mendapatkan haknya. Untuk mendidik akal dan meningkatkan kapasitas intelektual orang tua menyekolahkan anak ke sekolah-sekolah favorit. Tetapi dalam masalah pendidikan keimanan seringkali enggan memberi porsi yang cukup. Bahkan tidak perduli walaupun sekolah tersebut tidak memberikan pendidikan Islam yang memadai.

Iman merupakan hal asasi dalam kehidupan seorang muslim, sedang tarbiyah merupakan kebutuhan pokok setiap insan. Tarbiyah imaniyah adalah tarbiyah yang ditujukan untuk meningkatkan iman, ma’nawiyah (mentalitas), akhlaq (moralitas), dan syakhsyiyah (kepribadian) daripada mutarobiyyin (anak didik). Iman kepada Allah dan hari akhir wajib mendapat pupuk yang menyegarkan, disiram dengan air agar terus menerus tumbuh di lahannya secara bertahap dan tawazun (seimbang) menuju kesempurnaan.Iman tumbuh subur karena didasari hubungan yang intens dengan Allah dalam berbagai bentuknya. Cobalah simak hasil tarbiyah pada seorang anak di masa salaf dahulu. Lanjutkan membaca ‘Tarbiyah Imaniyah buat anak’

25
Mar
08

Syumuliyatul Islam

Materi : dasar keislaman untuk SMU

Tujuan
1) Peserta memahami pengertian Islam
2) Peserta memahami Karakteristik Islam

Metode : ceramah dan Tanya jawab

Waktu : 60 menit

Proses :
1. Berikan penjelasan tentang definisi Islam

Dari akar katanya dalam bahasa Arab, Islam mempunyai arti-arti berikut: ketundukan, penyerahan diri, keselamatan, kedamaian, kesejahteraan.

Makna ketundukan dan penyerahan diri kita temukan, misalnya, dalam ayat ini:

“Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nyalah tunduk (menyerahkan diri) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allah lah mereka dikembalikan.” (QS: 3: 83)

Makna keselamatan kita temukan, misalnya, dalam ayat ini :

“….Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.” (QS: 5: 15-16)

Makna kedamaian kita temukan, misalnya, dalam ayat ini :

“Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya, dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Dia Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS: 8: 61)

Makna kesejahteraan kita temukan, misalnya, dalam ayat ini:

“Doa mereka di dalamnya ialah: “Subhanakallahumma” (Maha Suci Allah yang telah menciptakan semua itu tidak dengan percuma, melainkan dengan penuh hikmah), dan salam penghormatan mereka ialah: “Salam” (kesejahteraan dan kesentosaan). Doa penutup mereka ialah “Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin”(segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam).” (QS: 10: 10).

Ber-Islam, dengan begitu, berarti menundukkan dan menyerahkan diri sepenuh-penuhnya, secara mutlak, kepada Allah swt untuk diatur sesuai dengan kehendak-Nya. Dan kehendak-kehendak Allah swt itu tertuang secara utuh dalam agama yang Ia turunkan kepada umat manusia, sebagai petunjuk abadi dalam menjalani kehidupan mereka di muka bumi, melalui perantara seorang Rasul, Muhammad saw, yang kemudian Ia beri nama “Islam.”
Asas ketundukan dan penyerahan diri itu adalah pengakuan yang tulus dari lubuk hati bahwa kita dan seluruh alam semesta adalah ciptaan Allah swt. Karena itu Allah swt berhak mengatur segenap ciptaan-Nya sesuai dengan kehendak-Nya. Selanjutnya Allah swt menjelaskan kehendak-kehendak-Nya dalam dua bentuk: Lanjutkan membaca ‘Syumuliyatul Islam’

19
Feb
08

Birrul Walidain ( Berbakti kepada orang tua )

oleh : abu hasna

Materi Dasar Keislaman untuk SMP-SMU
Tujuan :
1) Peserta memahami definisi birrul walidain
2) Peserta memahami pentingnya birrul walidain
3) Peserta memahami cara untuk berbakti kepada orang tua

Metode : ceramah dan Tanya jawab
Waktu : 60 menit

Proses :
1) Berikan penjelasan tentang definisi dari birrul walidain
Birrul walidain adalah : memberikan kebaikan kepada kedua orang tua serta mentaati perintahnya selama masih hidup dan mendo’akannya ketika sudah meninggal.

2) Berikan penjelasan tentang pentingnya berbakti kepada kedua orang tua
· Islam sangat memperhatikan betapa pentingnya manusia berbakti kepada orang tua. Berbakti kepada orang tua juga merupakan kewajiban setiap muslim dalm rangka ketaatan kepada Allah SWT ( QS 31:14, QS 4:36 ).
· Keridhaan Allah tergantung keridhaan orang tua ( hadits Rasulullah : “ Keridhaan Allah tergantung kepada keridhaan orang tua dan murka Allah pun terletak pada murka kedua orang tua “ )

3) Berikan penjelasan tentang bentuk-bentuk birrul walidain
Ketika orang tua masih hidup :
· Mentaati perintah kedua orang tua selama bukan maksiat kepada orang tua ( hadits Rasulullah: “ tidak ada ketaatan kepada makhluq dalam rangka maksiat kepada Allah SWT “)
· Bersikap rendah hati dan lemah lembut ( QS 17:23 )
· Memohonkan ampunan kepada kedua orang tua ( QS 17:24 )
· Membantu dengan harta jika mampu
· Meminta restu kedua orang tua sebelum melakukan sesuatu

Ketika orang tua telah wafat
· Menyelenggarakan pengurusan jenazah : memandikan, mengkafani, mensholatkan, dan menguburkannya
· Berdo’a memohonkan ampunan atas segala dosanya selama hidup didunia
· Memenuhi segala wasiatnya
· Menghormati teman dan sahabat ke dua orang tua

Home | Materi Dasar Keislaman

12
Feb
08

Umar bin Abdul Aziz dan Lilin Negara

Siapa yang tak kenal Umar bin Abdul Aziz. Sosok pemimpin adil, arif, lagi berilmu. Banyak kisah teladan yang beliau tinggalkan untuk para peniti kebenaran. Inilah kisah ringkasnya.

Suatu hari datanglah seorang utusan dari salah satu daerah kepada beliau. Utusan itu sampai di depan pintu Umar bin Abdul Aziz dalam keadaan malam menjelang. Setelah mengetuk pintu seorang penjaga menyambutnya. Utusan itu pun mengatakan, “Beritahu Amirul Mukminin bahwa yang datang adalah utusan gubernurnya.” Penjaga itu masuk untuk memberitahu Umar yang hampir saja berangkat tidur. Umar pun duduk dan berkata, “Ijinkan dia masuk.”

Utusan itu masuk, dan Umar memerintahkan untuk menyalakan lilin yang besar. Umar bertanya kepada utusan tersebut tentang keadaan penduduk kota, dan kaum muslimin di sana, bagaimana perilaku gubernur, bagaimana harga-harga, bagaimana dengan anak-anak, orang-orang muhajirin dan anshar, para ibnu sabil, orang-orang miskin. Apakah hak mereka sudah ditunaikan?Apakah ada yang mengadukan?. Utusan itu pun menyampaikan segala yang diketahuinya tentang kota kepada Umar bin Abdul aziz. Tak ada sesuatu pun yang disembunyikannya. Lanjutkan membaca ‘Umar bin Abdul Aziz dan Lilin Negara’

11
Feb
08

Parlemen Turki Izinkan Jilbab di Universitas

Para anggota parlemen Turki akan menyerahkan sebuah proposal kepada badan legislatif itu hari Selasa untuk mencabut larangan yang sudah sepuluh tahun bagi perempuan mengenakan kerudung di universitas.

Partai Keadilan dan Pembangunan atau AK yang berkuasa dan Partai Gerakan Nasionalis atau MHP sayap kanan menyerahkan RUU itu hari Selasa setelah tawar-menawar mengenai rincian rencana itu Senin malam.

Kedua partai mempunyai cukup suara untuk dengan mudah menyetujui langkah itu. Tetapi beberapa anggora parlemen kemungkinan akan menantang proposal itu, yang menurut mereka melanggar tradisi sekuler Turki.

Presiden Turki, Abdullah Gul, mendukung proposal itu dan mengatakan semua universitas seharus terbuka untuk semua kepercayaan dan pandangan. Amendemen yang diusulkan itu akan membolehkan mahasiswa berkerudung asalkan diikat dibawah dagu, sehingga membuat wajah lebih terekspos. Perubahan ini tidak berlaku bagi dosen atau pegawai negeri. Burqa yang menutup sekujur tubuh, tetap dilarang

11
Feb
08

Bekal Bagi Para Mentor

Oleh: abu hasna

Sosok da’i ( mentor, murobbi ) bukanlah orang sembarangan yang yg bisa dengan begitu mudahnya di orbit layaknya meluluskan sarjana akademis. Da’i adalah sosok manusia yang memiliki shibgoh islami dalam segala aspeknya. Berikut ini akan kami paparkan perangkat-perangkat yg harus dimiliki oleh seorang da’i:

Kriteria ruhiyah

Kekuatan ruhiyah merupakan modal dasar dalam kepribadian seorang da’i yg tidak bisa ditawar-tawar lagi. Tanpa kekuatan ini seorang da’i ibarat jasad tanpa ruh. Kekuatan ruh lahir dari aktivitas ruhiyah yg dilakukan seseorang. Dan sentral aktivitas tersebut adalah ibadah ilallah. Dengan ibadah ilallah, ruh menjadi kuat, hati terkendali, hati tertundukkan dari nafsu duniawi dan akan tergiring untuk selalu menegakkan panji Islam. Adapun aktivitas ruhiyah tersebut adalah: Lanjutkan membaca ‘Bekal Bagi Para Mentor’

11
Feb
08

Valentine’s Day itu cuma bualan

If there were no words…no way to speak
I would still hear you
If there were no tears
No way to feel inside, I’d still feel for you

And even if the sun refused to shine
Even if romance ran out of rhyme
You would still have my heart until the end of time
You’re all I need, my love, my Valentine

Pernah mendengar lantunan lagu dari lirik di atas? Yup, itu adalah penggalan lagu wajib bulan Februari yang berjudul Valentine. Dengan suara merdu Martina McBride diiringi lantunan piano ciamik dari Jim Brickman, lengkap sudah nuansa syahdu yang dihadirkannya. Apalagi kalo kamu lagi poling in lop (falling in love), huaaa….suasana Februari yang mellow jadi semakin biru…. (eh, pink kali yee..). Lanjutkan membaca ‘Valentine’s Day itu cuma bualan’